Profesional
Alternative Image

Professional One Stop Solution

Audiologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pendengaran, keseimbangan, dan gangguan terkait. Praktisi yang menangani masalah pendengaran disebut audiolog.

 

Dengan menggunakan beberapa strategi pengujian (misalnya tes pendengaran, pengukuran otoacoustic emission, videonystagmography, dan tes elektrofisiologi), audiologi bertujuan untuk mengetahui apakah seseorang bisa mendengar dalam kisaran normal, dan jika tidak, maka akan ditentukan tingkatan frekuensi pendengarannya (tinggi, menengah, atau rendah) serta pengaruhnya.

 

Jika audiolog menentukan bahwa seseorang mengalami gangguan pendengaran atau kelainan vestibular, ia akan memberikan rekomendasi untuk beberapa bantuan pilihan (misalnya alat bantu dengar, implan koklea, dan rujukan medis yang tepat). Selain pengujian pendengaran, audiolog juga dapat bekerja dengan klien dalam rehabilitasi (orang dengan tinnitus, gangguan pengolahan pendengaran, pengguna implan koklea dan/atau alat bantu dengar), dari populasi pediatrik ke veteran dan dapat melakukan penilaian tinnitus dan sistem vestibular.

 

Berdasarkan hal tersebut, maka dalam menangani pasien, khususnya masalah gangguan dengar, maka diperlukan pembagian disiplin Audiologi yaitu :

  1. Audiologi Diagnostik adalah layanan dalam melakukan pemeriksaan pendengaran guna mendapatkan hasil pemeriksaan yang akurat. Untuk mendapatkan hasil yang akurat sendiri diperlukan tenaga yang ahli, instrumen yang canggih dan prosedur yang standar.
  2. Re/habilitation Intruments adalah penanganan pasien gangguan dengar dengan menggunakan alat, baik alat bantu dengar, Cochlear Implant, BAHA atau instrumen lainnya.
  3. Re/habilitation Speech adalah penangan pasien gangguan dengar pada anak – anak dalam membantu proses perkembangan mendengar dan bicaranya.

 

Untuk bisa menjalankan disiplin Audilogi tersebut dibutuhkan suatu konsep yaitu 3S:

  1. SISTEM adalah prosedur yang standar dan sudah teruji baik dalam melaksanakan pemeriksaan Audiologi Diagnostik, pelayanan Re/habilitasi Instrument dan Re/habilitasi Speech.
  2. SARANA adalah perlengkapan yang dibutuhkan dalam melaksanakan layanan utama Audiologi, baik jumlah dan konsep ruang yang memadai, jumlah dan kualitas produk yang disediakan.
  3. SDM adalah tenaga kerja yang ahli dalam melaksanakan layanan utama Audiology, baik dalam layanan pemeriksaan ( Assistent Audiology ), layanan pemasangan Alat Bantu Pendengaran ( Hearing Acoustician dan Mapper ), serta layanan terapi ( Audio Verbal Therapy ).

Audiologi Diagnostik

Audiologi Diagnostik adalah layanan dalam melaksanakan pemeriksaan pendengaran guna mendaptkan hasil pemeriksaan kondisi pendengaran yang akurat. Layanan pemeriksaan pendengaran cukup banyak. Setiap jenis pemeriksaan pendengaran dilakukan dan mampu memberikan informasi kondisi pendengaran yang spesifik dari setiap bagian pendengaran. Untuk itu intrumen dan prosedur pemeriksaan juga akan berbeda satu sama lainnya. Berikut adalah jenis-jenis pemeriksaan pendengaran:

  1. Audiometri Nada Murni adalah jenis pemeriksaan subjektif yang tujuannya untuk mengetahui ambang dengar seseorang. Instrumentasi yang digunakan adalah Audiometer. Dikarenakan jenis pemeriksaan ini bersifat subjektif, maka sangat dipengaruhi oleh banyak kondisi. Karena targetnya adalah hasil pemeriksaan pemeriksaan yang akurat, dalam pemeriksaan Audiometri  Nada Murni sering dilengkapi dengan Masking.
  2. Audiometri Tutur
  3. BOA
  4. VRA
  5. Tympanometri
  6. Reflex Akustik
  7. OAE
  8. BERA
  9. ASSR