| BAHA (BONE ANCHORED HEARING AID) |
|
|
|
|
Pendengaran merupakan salah satu organ yang sangat penting dalam kehidupan manusia, dengan pendengaran kita bisa berinteraksi/bersosialisasi/menikmati sesuatu sehingga kita merasa nyaman. Pendengaran merupakan organ kompleks yg terdiri dari telinga luar, telinga tengah, telinga dalam, dan jalur saraf pendengaran. Masing-masing kelainan pada jalur pendengaran memerlukan penanganan diagnosis dan tindakan yang spesifik.
BAHA (BONE ANCHORED HEARING AID) Pendengaran merupakan salah satu organ yang sangat penting dalam kehidupan manusia, dengan pendengaran kita bisa berinteraksi/bersosialisasi/menikmati sesuatu sehingga kita merasa nyaman. Pendengaran merupakan organ kompleks yg terdiri dari telinga luar, telinga tengah, telinga dalam, dan jalur saraf pendengaran. Masing-masing kelainan pada jalur pendengaran memerlukan penanganan diagnosis dan tindakan yang spesifik.
Bagaimana kalau fungsi pendengaran tersebut terganggu? Tentunya akan menimbulkan pengaruh yang besar dalam kehidupan kita, Pada orang dewasa akan timbul rasa kurang nyaman, berulang kali minum obat, bahkan operasi, terkadang pula bisa menyebabkan terganggunya emosi kita. Pada anak, akan menyebabkan gangguan pada kemampuan mendengar, bicara, dan bahasa. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan & tehnologi dibidang kedokteran, saat ini, hampir semua permasalah gangguan pendengaran bisa dideteksi & tangani sesuai dengan masalahnya. Baik itu berupa pengobatan, terapi, tindakan operasi, ataupun pemasangan implant/alat bantu mendengar. Dari sekian banyak macam penanganan gangguan dengar tersebut, salah satunya dengan Pemasangan Implan Telinga Tengah yang di kenal di dunia dengan nama BAHA (Bone Anchored Hearing Aid) yang tindakanya telah dikenal luas oleh dunia sejak beberapa puluh tahun yang lalu & saat ini sudah bisa dilakukan di Indonesia & tindakan operasi BAHA tersebut merupakan tindakan operasi yang cukup singkat dan sederhana. Pada Prinsipnya, BAHA ini menggantikan fungsi Telinga Tengah untuk menghantarkan bunyi ke telinga dalam (koklea/rumah siput) dengan menggunakan getaran tulang tengkorak tempat alat BAHA (implan titanium) tersebut ditanam. Ada beberapa kandidat (indikasi) untuk dilakukan pemasangan BAHA: 1. Gangguan Dengar Konduktif, Gangguan dengar disebabkan oleh masalah pada Telinga Luar & Tengah (Daun Telinga-Liang Telinga-Kavum Timpani- Tulang Pendengaran-Mastoid), baik itu berupa infeksi (otitis eksterna, OMSK/congek), tumor (kolesteatoma), kelainan bentuk/fungsi organ (genetik, otosklerosis, atresia, mikrotia) dll yang mengakibatkan terganggunya fungsi telinga tengah. 2. Gangguan Dengar Campuran, terutama Sensorineural sehingga mengurangi gain dan terganggungnya hantaran bunyi yang masuk. Kasusnya: Noise Induce Hearing Loss (NIHL-Gangguan Pendengaran disebabkan oleh paparan bunya keras dalam jangka waktu yang lama), Ototoksik, Presbiakusis, Koklea Otosklerosis. 3. Single-Sided Sensoryneural Deafness (SSD), Gangguan Dengar disebabkan tidak berfungsinya satu sisi telinga, dimana fungsi telinga satunya dalam keadaan baik.
BAHA akan menghantarkan langsung suara ke koklea dan mengurangi gain (...) sehingga akan mengurangi distorsi,feedback, dan hanya membutuhkan power yang rendah untuk mendapatkan kualitas suara yang baik. Alat Bantu Mendengar (ABM) membutuhkan power yang kuat untuk mengatasi gangguan konduktif ini. Power yang kuat akan menyebabkan feedback dan membutuhkan earmould yang besar sehingga tidak membuat nyaman pemakainya. BAHA akan memberikan manfaat yang lebih baik pada pasien dengan gangguan konduktif yang disertai dengan pengeluaran cairan yang berulang dari telinga (congek), atresia atau kelainan bentuk daun telinga lainya.
Pasien dengan Tuli campur, BAHA akan memberikan manfaat yang lebih baik pada dengan memberikan stimulus langsung pada masalah sensorineural, menggunakan gain yang lebih rendah dan amplifikasi labih baik untuk mengatasi gangguan sensorineural sampai derajat sedang. Sehingga didapatkan ambang yang baik, persepsi yang lebih baik, dan pasien merasa lebih nyaman.
Pasien dengan SSD, BAHA akan menghantarkan suara dari sisi yang mengalami gangguan dengar ke koklea yang sehat, sehingga pasien akan mendapatkan kesan mendengar dari 2 sisi telinga, mendengar dengan lebih baik terhadap semua suara, dan memperbaiki pemahaman terhadap suara saat suasana berisik/ramai. BAHA akan memberikan manfaat yang lebih baik daripada alat bantu mendengar tipe CROS yang biasa.
BAHA pada Anak Penanganan Dini merupakan hal yang penting Perkembangan Bicara pada Anak Atresia dam Microtia pada merupakan indikasi utama pemasangan BAHA pada anak. BAHA akan memberikan perkembangan yang baik pada anak dengan hal mendengar dan perkembangan bahasa sebelum dilakukan operasi rekonstruksi. Penelitian memperlihatkan bahwa penurunan pendengaran lebih dari 15 dB merupakan masalah pada proses perkembangan bahasa anak. Hal ini menjadi alasan mengapa suara menjadi hal yang penting bagi perkembangan bicara/bahasa anak dan perkembangan pendidikan anak. Yoshinaga-Itano dkk, melaporkan bahwa anak-anak yang dilakukan terapi pendengaran sebelum usia 6 bulan, akan memberikan hasil yang jauh lebih baik dalam tes bahasa pada usia 3 dan 4 tahun dibandingan dengan anak yang dilakukan penanganan kemudian. Yoshinaga-Itano menyimpulkan bahwa keterlambatan penanganan akan menyebabkan kekurangan perkembangan bahasa yang permanen. Rekomendasi untuk operasi BAHA Penempatan implant pada anak menunggu sampai kualitas tulang kepala anak baik dan cukup. Pada bayi, tulang tengkorak anak masih relative tipis & lunak. Waktu operasi BAHA sangat bervariasi pada anak, penelitian menganjurkan operasi BAHA bisa dilakukan pada anak usia diatas 2 tahun dan ketebalan tulang tengkorak lebih dari 2,5 mm tanpa masalah di perkembangan bicara dan bahasa. BAHA Softband untuk menunggu perkembangan tulang Sejak usia 6 bulan, amplifikasi secara efektif bisa dilakukan menggunakan BAHA softband-elastic yang lembut dengan sound processor yang melekat pada tulang mastoid dibelakang telinga. Penelitian memperlihatkan anak-anak dengan BAHA Softband memperlihatkan hasil yang sama dengan anak yang pendengaranya normal.
5 Tahap BAHA untuk mendapatkan Pendengaran Lebih Baik Langkah ke-1: Pemeriksaan dan Penilaian Dilakukan tes pendengaran untuk mendapatkan gambaran keadaan pendengaran dan apakah merupakan kandidat yang baik untuk BAHA dan jika didapatkan kelainan pendengaran yang tepat untuk penanganan dengan BAHA, pasien disarankan untuk mencoba BAHA secara langsung, sehingga mendapatkan gambaran yang jelas & kemungkinan manfaatnya. Langkah ke-2: Pemasangan Implan Pasien dirujuk ke dokter THT yang mempunyai kualifikasi untuk operasi BAHA. Prosedur operasi ini bisa dilakukan sederhana dan pasien dapat pulang dalam satu hari yang sama tanpa kekhawatiran gangguan pendengaran yang lebih berat. Tindakan operasinya bisa dilakukan dalam anestesi lokal atau pembiusan umum, sedikit daerah dibelakang atas telinga dibersihkan dan kelenjar rambut dibersihkan. BAHA titanium implant dengan/tanpa abunment ditempatkan dipusat dari daerah ini. Pasien dapat melakukan aktivitas biasa keesokan harinya. Langkah ke-3: Osseointegrasi Setelah proses operasi pemasangan implant, dibutuhkan waktu untuk implant melakukan proses osseointegrasi dengan tulang sebelum prosessor suara dipasang. Waktunya bervariasi, secara umum untuk dewasa sekitar 3 bulan dan untuk anak sekitar 6 bulan. Langkah ke-4: Fitting Setelah proses osseountegrasi selesai, Sound Processor BAHA bisa dipasangkan dan dinyalakan. Selanjutnya dilakukan seting BAHA sesuai dengan kebutuhan pendengaran pasien. Langkah ke-5: Hidup selanjutnya dengan BAHA BAHA hanya membutuhkan perawatan tidak terlalu susah. Pasien hanya perlu melekatkan Sound processor pada abunment dan menjalani kehidupan biasa setiap harinya. BAHA mengguanakan batere yang sama dengan ABM dan biasanya tahan 1-2 minggu. Pembersihan dan perawatan sederhana dilakukan dan sesuai dengan alat yang telah disediakan. BAHA prosesor tidak membutuhkan perawatan secara berkala, hanya perlu di setting ulang kalau ada yang tidak nyaman terhadap kualitas suara yang dierima.
Beberapa Hal yang sering ditanyakan pasien-keluarga tentang BAHA: Bagaimana saya mengetahui BAHA bekerja dengan baik untuk saya atau anak saya? Pasien dapat mencoba BAHA dengan menggunakan trial dari BAHA sound processor menggunakan test rod atau BAHA softband. Trial ini memberikan pengalaman yang hampir sama terhadap pasien sesudah operasi BAHA. Jika anda adalah orang tua pasien, anda dapat mencobanya melalui tehnik yang sama, dan akan mendapatkan pengalaman mendengar yang jelas & natural sama seperti anak anda. Apakah Resiko Operasi? Operasi BAHA merupakan operasi yang sederhana dan risiko yang kecil. Kalau memungkinkan, pasien operasi BAHA dapat pulang pada hari yang sama dengan operasi dan mereka dapat melakukan aktivitas normal dalam beberapa hari kemudian. Tidak ada risiko gangguan dengar yang lebih berat setelah operasi BAHA, karena tidak ada hal yang menjadi gangguan pada organ pendengaran selama operasi. Bagaimana daerah operasi kelihatanya? Ada sedikit daerah di belakang telinga yang bebas dari rambut. Implant BAHA & Abutment ditempatkan di daerah yang bebas rambut dan tidak akan terlihat setelah prosessor BAHA dipasang. Saya tidak nyaman dengan adanya implant atau benda asing di tubuh saya!!! Implan titanium yang ditanam dan abunment adalah kecil, tidak lebih besar dari ujung jari kelingking. Titanium merupakan bahan yang biocompatible (tidak ditolak) dengan tubuh kita & akan berikatan dengan kuat dengan tulang tubuh kita. Titanium telh digunakan dan aman untuk tubuh manusia selama lebih dari 30 tahun. Bagaimana perawatan BAHA? Perawatan BAHA setelah operasi selesai relative mudah dan cepat, sama seperti kita menyikat gigi, perawatan dengan membersihkan daerah sekitar abutment setiap hari dengan alat yang telah siapkan. Dan aman pula jika kita ingin mandi atau keramas. BAHA sound processor dilepaskan dari abutment saat mandi dan tidur. Tidak diperlukan mapping atau settingan secara regular. Haruskah Saya menunggu Tehnologi baru? Tidak, terutama pada anak, input terhadap suara dengan spectrum yang luas dan sedini mungkin sesuai dengan keadaan biasa akan mendapatkan perkembangan bicara & bahasa yang lebih baik, sehingga anak akan mendapatkan kemampuan bicara & bahasa serta sosialisasi dengan lingkungan sesuai dengan anak seusianya yang normal. Pada dewasa, jika kita terlambat menangani, akan menimbulkan gangguan pada tingkat kenyamanan dan sosialisasi dengan pergaulan sekitarnya, terkadang juga ada gangguan emosi. Cochlear menjamin, semua sound processor yang baru dikemudian hari, akan sama dengan abutment yang sekarang di tanam.
Komponen BAHA: 1. Implan Titanium: Bentuknya seperti mur kecil, merupakan alat yang ditanam pada tulang tengkorak pasien dan tidak menyentuh lapisan otak atau organ lainya di kepala. Implan titanium ini nantinya akan menyatu (osseointegrasi) dengan tulang. 2. Abunment: Dari bahan titanium sebagai penghubung, seperti topi terbalik, ukuranya kecil, merupakan alat yang menghubungkan dengan implan dan sound processor. 3. Sound Processor: Alat untuk menangkap, memproses, dan merubah suara menjadi vibrasi yang akan dihantarkan melalui abunment. Alat ini tidak lebih besar dari ibu jari dewasa dan mudah dipasangkan ke abutment. Bagaimana BAHA bekerja? Diagram di bawah ini menunjukan bagaimana BAHA bekerja:
Bagaimana Proses Operasinya: Setelah semua proses pemeriksaan pendengaran dan medis selesai, dan pasien tersebut merupakan kandidat yang baik untuk dilakukan operasi BAHA, maka bisa dilakukan operasi. Operasi BAHA bisa dilakukan secara lokal atau dengan bius umum, tergantung kerjasama pasien, tapi paling sering dilakukan dengan bius umum. Setelah pasien di ruang operasi, dilakukan pencukuran rambut belakang telinga sekitar 4 cm2, dengan jarak sekitar 5-6,5 cm dari belakang telinga. Dilakukan penyuntikan cairan
|










Comments
kami sdh bertanya bberapa ahli namun sarannya berbeda seperti brkut:
1.hanya perlu alat bantu dengar sj cukup
2.BAHA - bone anchored hearing aid
3.Middle ear implant
Dan terakhir kami disarankan utk menghubungi dr Faisa.Mohon informasi dimana kami harus mulai?dan apa kami boleh minta no telp agar bisa komunikasi langsung dgn dokter. Terima kasih
RSS feed for comments to this post.